HorizonFX Logo
Back to Blog
Pemangkasan Suku Bunga The Fed Pasti Terjadi

Pemangkasan Suku Bunga The Fed Pasti Terjadi

The Fed: Momen Kebenaran Ekonomi Telah Tiba

Horizon Fx Indonesia – Mari kita bicara terus terang. Selama lebih dari setahun, pasar keuangan telah menari mengikuti irama genderang yang ditabuh oleh Federal Reserve, sebuah ritme yang ditentukan oleh narasi tunggal “pasar tenaga kerja Amerika yang sangat kuat.” Kekuatan ini menjadi pembenaran utama bagi sikap kebijakan moneter “suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama” (higher for longer), sebuah mantra yang telah menekan selera risiko dan memperkuat Dolar AS. Namun, pada tanggal 9 September 2025, genderang itu berhenti berbunyi.

The Fed Tertekan
Current Employment Statistics Preliminary Benchmark (National) Summary – 2025 A01 Results

Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) merilis sebuah “bom data” yang tidak hanya mengguncang pasar, tetapi juga merobek seluruh narasi ekonomi yang telah kita anut. Revisi benchmark tahunan pendahuluan mengungkapkan sebuah fakta yang mencengangkan: data Nonfarm Payrolls (NFP) untuk periode 12 bulan hingga Maret 2025 ternyata dilebih-lebihkan sebesar 911.000 pekerjaan.

Data NFP yang di Revisi yang menekan The Fed Memangkas SUku Bunga
Current Employment Statistics Preliminary Benchmark (National) Summary – 2025 A01 Results

Ini bukanlah sekadar koreksi statistik minor. Ini adalah penulisan ulang fundamental terhadap kesehatan ekonomi AS selama setahun terakhir, sebuah pengakuan bahwa pasar tenaga kerja telah mendingin pada kecepatan yang jauh lebih tinggi daripada yang ditunjukkan oleh data waktu-nyata (real-time). Ilusi kekuatan telah sirna, digantikan oleh kenyataan perlambatan yang tak terbantahkan.

Current Employment Statistics Preliminary Benchmark (National) Summary – 2025 A01 Results

Tentu saja, gambaran ini diperumit oleh laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) Agustus yang dirilis hanya dua hari kemudian, yang menunjukkan inflasi yang lebih panas dari perkiraan. Pada pandangan pertama, ini menciptakan dilema klasik bagi The Fed: pasar kerja yang melemah versus inflasi yang membandel. Namun, bagi para trader yang jeli, sinyalnya jelas. Bobot dari guncangan data pekerjaan ini, ditambah dengan sinyal-sinyal utama lainnya, telah secara efektif memojokkan The Fed.

Consumer Price Index – 2025 M08 Results

Pertanyaannya bukan lagi apakah The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan FOMC 17 September mendatang, tetapi seberapa dalam dan seberapa cepat siklus pelonggaran ini akan berjalan. Bagi para trader forex, kripto, dan saham, memahami pergeseran seismik ini bukan hanya penting, ini adalah kunci untuk menavigasi volatilitas yang akan datang dan memposisikan portofolio Kita untuk rezim moneter yang baru. Mari kita bedah data-data penting ini dan apa artinya bagi strategi trading Kita.

Consumer Price Index – 2025 M08 Results

Membedah Ilusi 911.000 Pekerjaan

Untuk benar-benar memahami mengapa revisi -911.000 ini adalah sebuah pengubah permainan, kita perlu melihat di balik angka utama dan memahami mekanismenya. Ini bukanlah kesalahan ketik; ini adalah pengakuan atas kelemahan metodologis yang telah melebih-lebihkan kesehatan pasar kerja secara sistemik.

BELAJAR TRADING YA DI ACADEMY HORIZON!

Dua Wajah Data Ketenagakerjaan: CES vs. QCEW

Setiap bulan, pasar terpaku pada laporan NFP, yang berasal dari Current Employment Statistics (CES). Anggap saja CES ini seperti jajak pendapat cepat, survei bulanan terhadap sekitar 121.000 bisnis dan lembaga pemerintah. Keunggulannya adalah kecepatan, memberikan gambaran awal tentang kondisi pasar kerja. Namun, seperti semua survei, ia rentan terhadap kesalahan pengambilan sampel dan, yang lebih penting, bias non-respons.

Di sisi lain, ada Quarterly Census of Employment and Wages (QCEW). Jika CES adalah jajak pendapat, QCEW adalah hasil pemilu yang sebenarnya. Ini adalah hitungan komprehensif yang berasal dari catatan pajak asuransi pengangguran (UI) yang wajib diajukan oleh hampir semua pemberi kerja, mencakup lebih dari 95% pekerjaan di AS. Keunggulannya adalah akurasi yang luar biasa. Kelemahannya? Jeda waktu publikasi yang signifikan, sekitar enam hingga sembilan bulan.

Setahun sekali, BLS melakukan “revisi benchmark”, di mana mereka menyelaraskan kembali data survei CES yang lebih cepat dengan data sensus QCEW yang lebih akurat untuk bulan Maret. Revisi -911.000 adalah hasil dari proses penjangkaran ulang ini.

Mengapa Revisi Kali Ini Begitu Besar?

Besarnya revisi tahun ini, yang terbesar setidaknya sejak tahun 2000 menunjuk pada beberapa masalah struktural yang semakin parah :

  1. Penurunan Tingkat Respons Survei: Pasca-pandemi, tingkat respons awal untuk survei CES telah anjlok dari 70-80% menjadi hanya 50-60%. Ini berarti BLS harus lebih banyak mengandalkan pemodelan statistik untuk “menebak” data yang hilang. Perusahaan yang sedang berjuang atau melakukan PHK seringkali menjadi yang paling lambat merespons, sehingga data negatif mereka baru masuk dalam revisi-revisi berikutnya.
  2. Kegagalan Model Kelahiran/Kematian (Birth/Death Model): Untuk memperkirakan pekerjaan dari bisnis baru dan yang tutup, CES menggunakan model statistik berdasarkan data historis. Model yang melihat ke belakang ini terkenal tidak akurat pada titik-titik balik ekonomi. Saat ekonomi melambat, model ini cenderung terus menambahkan “pekerjaan hantu” dari bisnis baru yang sebenarnya tidak pernah tercipta, sambil meremehkan hilangnya pekerjaan dari bisnis yang tutup.

Revisi sebesar -911.000 ini secara efektif menghapus sekitar 76.000 pekerjaan “hantu” setiap bulan dari data yang dilaporkan antara April 2024 dan Maret 2025. Rata-rata penambahan pekerjaan bulanan yang sebenarnya bukan sekitar 150.000 seperti yang dilaporkan, melainkan lebih mendekati 74.000. sebuah level yang nyaris tidak cukup untuk mengimbangi pertumbuhan populasi dan mengindikasikan pasar kerja yang jauh lebih lemah.

Bukti Pendukung dari Data Terkini

Kelemahan ini bukan hanya sebuah revisi historis. Data frekuensi tinggi terbaru mengonfirmasi bahwa tren pendinginan ini semakin cepat:

Employment Situation – 2025 M08 Results
  • Laporan NFP Agustus: Penambahan yang sangat minim, hanya 22.000 pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi 75.000.
  • Tingkat Pengangguran: Naik menjadi 4.3%, level tertinggi dalam lebih dari setahun.
Employment Situation – 2025 M08 Results
  • Revisi Bulanan yang Mengejutkan: Bahkan sebelum revisi benchmark, angka NFP untuk bulan Mei dan Juni 2025 telah direvisi turun secara kumulatif sebesar 258.000 pekerjaan. Revisi sebesar ini sangat jarang terjadi di luar periode resesi.
Number of unemployed persons per job opening, seasonally adjusted
  • Data JOLTS: Rasio lowongan pekerjaan terhadap jumlah pengangguran turun di bawah 1.0 untuk pertama kalinya sejak April 2021, menandakan bahwa pasar tidak lagi seketat dulu.

Secara kolektif, bukti-bukti ini tak terbantahkan. Fondasi kebijakan The Fed, pasar kerja yang kuat telah runtuh. Mereka sekarang menghadapi realitas ekonomi yang jauh lebih rapuh daripada yang mereka yakini sebulan yang lalu.

Paradoks Inflasi, Mengapa CPI yang Panas Adalah Sinyal Palsu

Hanya dua hari setelah bom data pekerjaan, BLS merilis laporan CPI Agustus yang, pada pandangan pertama, tampaknya akan merusak pesta para dovish.

United States Inflation Rate
  • CPI Utama: Naik 0.4% dari bulan sebelumnya dan 2.9% dari tahun sebelumnya, sebuah akselerasi dari laju inflasi 2.7% di bulan Juli.
United States Core Inflation Rate
  • CPI Inti (di luar makanan & energi): Tetap tinggi di 3.1% secara tahunan, didorong oleh biaya jasa dan perumahan (shelter) yang “lengket”.

Bagi trader pemula, ini mungkin terlihat seperti sinyal untuk menjual obligasi dan membeli Dolar AS. Jika inflasi kembali memanas, bagaimana mungkin The Fed bisa memangkas suku bunga? Namun, di sinilah analisis yang lebih dalam menjadi sangat penting.

PPI: Indikator Utama yang Diabaikan
United States Producer Prices Final Demand Less Foods, Energy, and Trade Services MoM

Kunci untuk memecahkan paradoks ini terletak pada laporan Indeks Harga Produsen (PPI), yang dirilis sehari sebelum CPI. Laporan PPI Agustus secara tak terduga menunjukkan penurunan sebesar -0.1% dari bulan sebelumnya, sangat kontras dengan kenaikan 0.9% dan di revisi menjadi 0.7% di bulan Juli dan ekspektasi pasar untuk kenaikan lebih lanjut.

Before and after Revisions.

Mengapa ini sangat penting? PPI mengukur inflasi di tingkat grosir, biaya yang dihadapi oleh produsen. Ini adalah indikator utama untuk CPI. Ketika biaya produsen turun, itu menandakan bahwa tekanan inflasi dalam jalur produksi sedang mereda.

Jebakan Kompresi Margin

Divergensi antara PPI yang turun dan CPI yang naik menceritakan sebuah kisah yang krusial: kompresi margin keuntungan korporat. Perusahaan menghadapi biaya input yang lebih rendah (PPI turun) tetapi masih mengenakan harga yang relatif tinggi kepada konsumen (CPI naik). Namun, rincian laporan PPI menunjukkan bahwa penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh anjloknya margin untuk pedagang grosir. Ini berarti, sebagai respons terhadap permintaan akhir yang melemah (seperti yang dibuktikan oleh data pasar tenaga kerja yang buruk), bisnis tidak lagi dapat meneruskan semua kenaikan biaya kepada konsumen. Mereka terpaksa menyerapnya, yang menekan profitabilitas mereka.

Ini adalah kondisi yang tidak berkelanjutan. Respons alami perusahaan terhadap penyusutan margin adalah dengan memotong biaya, dan biaya terbesar bagi sebagian besar perusahaan adalah tenaga kerja. Oleh karena itu, PPI yang lemah tidak hanya menandakan disinflasi di masa depan, tetapi juga memperkuat sinyal pelemahan pasar tenaga kerja yang akan datang. The Fed memahami dinamika ini. Mereka tahu bahwa inflasi jasa dan perumahan dalam CPI adalah indikator yang tertinggal (lagging indicator), sementara data pekerjaan dan PPI memberikan gambaran yang lebih akurat tentang ke mana arah ekonomi.

Membaca Sinyal The Fed Poros Kebijakan yang Disengaja

Jika data ekonomi menciptakan argumen yang kuat untuk pemangkasan suku bunga, maka komunikasi dari para pejabat The Fed dalam beberapa minggu terakhir telah mengubahnya menjadi sebuah kepastian. The Fed tidak menunggu data untuk menentukan arah; mereka secara aktif membentuk narasi untuk membenarkan poros kebijakan yang akan datang.

Sinyal Powell di Jackson Hole

Dalam pidatonya yang sangat dinanti-nantikan di simposium Jackson Hole pada akhir Agustus, Ketua Jerome Powell secara eksplisit menggeser retorikanya. Beliau mengakui bahwa “keseimbangan risiko tampaknya sedang bergeser” dan menyoroti bahwa “risiko penurunan terhadap ketenagakerjaan sedang meningkat”. Ini adalah bahasa yang dipilih dengan cermat, sebuah sinyal

Jerome Powell On Jackson Hole.

dovish yang jelas bahwa fokus Komite bergeser dari memerangi inflasi semata menjadi menopang pilar ketenagakerjaan dari mandat ganda mereka.

Seruan Mendesak dari Gubernur Waller

Jika sinyal Powell bersifat halus, komentar dari Gubernur Christopher Waller beberapa hari kemudian sangatlah blak-blakan. Beliau berargumen bahwa FOMC tidak seharusnya menunggu pasar tenaga kerja memburuk sebelum bertindak. Secara krusial, beliau telah mengantisipasi revisi benchmark, dengan menyatakan bahwa data yang akan dirilis pada bulan September akan menunjukkan pertumbuhan gaji akan “diturunkan secara signifikan.” Pernyataan penutupnya, “Jadi, mari kita lanjutkan,” adalah seruan yang paling jelas untuk pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Chistopher Waller on WSJ Forum.

The Fed telah membangun kerangka intelektual untuk “melihat melalui” angka CPI yang tinggi saat ini, dengan alasan bahwa itu dipengaruhi oleh faktor-faktor sementara seperti tarif impor. Dengan melakukan ini, mereka memberi diri mereka ruang untuk merespons bahaya yang lebih jelas dan mendesak: keretakan yang kini terlihat jelas di pasar tenaga kerja.

Putusan Pasar & Buku Pedoman Trading Kita

Pasar tidak menunggu The Fed untuk bertindak; mereka telah memperhitungkan (pricing in) poros kebijakan ini dengan tingkat kepastian yang tinggi. Bagi para trader, ini adalah momen untuk menyelaraskan strategi dengan realitas moneter yang baru.

Konsensus Pasar yang Kuat

Alat CME FedWatch, yang mengukur probabilitas dari harga kontrak berjangka Fed Funds, memberikan gambaran kuantitatif yang jelas:

  • Pertemuan 17 September: Probabilitas pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) kini berada di angka 92.5%. Pemangkasan ini secara efektif sudah menjadi kesepakatan yang selesai.
  • Hingga Akhir Tahun 2025: Pasar memperkirakan total pemangkasan kumulatif sebesar 75 bps pada pertemuan Desember. Probabilitas terjadinya setidaknya tiga kali pemangkasan sebesar 25 bps sebelum akhir tahun adalah sekitar 80.0%.

Ini bukan lagi tentang satu “pemangkasan asuransi” tunggal. Pasar telah sepenuhnya merangkul dimulainya siklus pelonggaran yang baru.

Insight Strategi untuk Forex, Saham, dan Kripto

Pergeseran kebijakan The Fed dari pengetatan ke pelonggaran memiliki implikasi besar di semua kelas aset.

  • Trader Forex:
    • Dolar AS (DXY) Bearish: Aturan dasarnya sederhana: suku bunga yang lebih rendah mengurangi daya tarik sebuah mata uang. Siklus pemangkasan suku bunga menempatkan Dolar AS di bawah tekanan jual yang signifikan. Setiap rilis data ekonomi AS yang lemah kemungkinan akan mempercepat penjualan ini.
    • Pasangan Mata Uang Utama: Carilah peluang beli pada pasangan mata uang seperti EUR/USD dan GBP/USD, yang berpotensi menguat terhadap Dolar yang melemah. USD/JPY sangat sensitif terhadap perbedaan suku bunga; penurunan imbal hasil obligasi AS dapat menyebabkan penurunan tajam pada pasangan ini.
  • Investor Saham:
    • Paradigma “Berita Buruk Adalah Berita Baik”: Untuk saat ini, pasar saham kemungkinan akan merayakan data ekonomi yang lemah karena itu memperkuat argumen untuk kebijakan moneter yang lebih longgar. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya pinjaman bagi perusahaan dan meningkatkan nilai sekarang dari arus kas masa depan, yang secara teoritis menaikkan valuasi saham.
    • Rotasi Sektor: Sektor yang paling diuntungkan adalah yang sensitif terhadap suku bunga. Perhatikan sektor teknologi (Nasdaq), real estat (REITs), dan utilitas. Perusahaan-perusahaan ini seringkali memiliki utang yang signifikan atau model bisnis mereka sangat bergantung pada biaya modal yang rendah.
    • Risiko Resesi yang Mengintai: Waspadalah. Ada batas di mana berita buruk berhenti menjadi berita baik. Jika data pasar tenaga kerja terus memburuk secara drastis, narasi pasar dapat dengan cepat bergeser dari “pendaratan lunak dengan pemangkasan suku bunga” menjadi “resesi yang tak terhindarkan”. Dalam skenario itu, kekhawatiran tentang penurunan laba perusahaan akan mengalahkan optimisme tentang suku bunga yang lebih rendah, yang akan menjadi sangat bearish untuk saham.
  • Penggemar Kripto:
    • Angin Segar Makro untuk Aset Digital: Lingkungan suku bunga yang lebih rendah dan Dolar AS yang lebih lemah secara historis menjadi pendorong utama bagi aset digital. Suku bunga riil yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti Bitcoin (BTC), meningkatkan daya tariknya sebagai penyimpan nilai alternatif.
    • Likuiditas dan Selera Risiko: Kebijakan moneter yang longgar menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem keuangan. Sebagian dari likuiditas ini seringkali mengalir ke aset yang lebih spekulatif dan berisiko tinggi. Siklus pemangkasan suku bunga memicu sentimen “risk-on”, yang secara umum sangat bullish untuk pasar kripto secara keseluruhan, dari Bitcoin hingga altcoin.

Era Baru Telah Dimulai

Revisi data pekerjaan sebesar -911.000 bukanlah sekadar angka. Itu adalah sebuah pergeseran paradigma. Ilusi pasar tenaga kerja yang kuat, yang telah menopang kebijakan The Fed dan Dolar AS selama berbulan-bulan, telah terungkap. The Fed sekarang berada dalam posisi di mana mereka harus bertindak untuk menopang sisi ketenagakerjaan dari mandat mereka, bahkan jika itu berarti menoleransi inflasi yang sedikit lebih tinggi dalam jangka pendek.

Bagi para trader, pesannya jelas: era “suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama” telah berakhir. Siklus pelonggaran akan segera dimulai pada 17 September. Volatilitas pasar kemungkinan akan tetap tinggi saat para pelaku pasar menyesuaikan diri dengan realitas baru ini. Fokus sekarang bergeser dari apakah The Fed akan memangkas, menjadi seberapa cepat dan seberapa jauh mereka akan melangkah.

Siapkan strategi Mu, kelola risiko Mu dengan cermat, dan bersiaplah untuk menavigasi pergeseran paradigma ini. Peluang akan berlimpah bagi mereka yang memahami implikasi mendalam dari ilusi 911 atau kode 9/11? hahaha -Om J