HorizonFX Logo
Back to Blog
FOMC Interest Rate Decision 11 Desember 2025 – Rate Cut Sudah Pasti, Tapi Apakah Itu Jawaban Yang Kini Dicari Pasar?

FOMC Interest Rate Decision 11 Desember 2025 – Rate Cut Sudah Pasti, Tapi Apakah Itu Jawaban Yang Kini Dicari Pasar?

Horizon FX Indonesia – Pasar memasuki rapat FOMC 11 Desember 2025 dalam suasana tegang: sebagian besar pedagang mematok kepastian sebuah Rate Cut (25 bps), tetapi fokus pasar kini bergeser dari apakah FOMC memotong menjadi seberapa agresif FOMC akan berkomunikasi tentang langkah-langkah selanjutnya. Ketegangan ini terjadi karena pasar sudah “price-in” pemotongan sehingga bahasa (forward guidance), dot-plot, dan nada konferensi pers Jerome Powell berpotensi memicu volatilitas yang jauh lebih besar daripada keputusan teknis 25 bps itu sendiri.

FOMC news schedule
FOMC December 2025 news release schedule

Keputusan resmi sendiri diumumkan pada jam yang dipublikasikan FOMC di dini hari Kamis 11 Desember 2025 Pukul 02.00 WIB. Konferensi pers Powell berikutnya di 02.30 WIB adalah momen utama di mana pasar mencari arahan jangka menengah. Media dan trader menggunakan alat seperti CME FedWatch untuk memetakan probabilitas pasar terhadap langkah suku bunga menjelang pengumuman.


1) Mengapa keputusan ini memengaruhi pasar global dan pasar uang?

FOMC menentukan target kisaran Fed Funds Rate (level kebijakan). Perubahan 25 bps memengaruhi biaya pinjaman global, swap, dan ekspektasi imbal hasil obligasi yang kemudian mentransmisikan ke valuta (USD), ekuitas, dan komoditas.

US Yield Curve

USD Index mencerminkan perbedaan imbal hasil riil antara AS dan negara lain ditambah ekspektasi kebijakan masa depan. Jika FOMC memang memotong sekarang tetapi tetap ‘hawkish’ dalam komunikasi, yield jangka pendek turun sedikit sementara yield jangka menengah/tahanannya tetap tinggi, maka yield curve dapat berubah, mendorong aliran modal jangka pendek keluar dari aset berisiko tapi tidak secara otomatis melemahkan USD secara tajam. Secara analogi bisa dikatakan FOMC sebagai kapten kapal, potongan suku bunga adalah mengurangi kecepatan mesin sedikit, tetapi instruksi kapten tentang rute berikutnya (guidance) yang akan menentukan apakah penumpangnya akan panik atau tetap tenang.

Kaitan dengan aset lain:

  • Obligasi: perubahan yield (sensitive ke guidance).
  • Ekuitas berisiko: price-in pemotongan = berpotensi mendorong risk-on jika Fed terlihat dovish. Sebaliknya, hawkish guidance = risk-off.
  • Emas: safe-haven terhadap tingkat suku bunga riil yang rendah.
  • Rupiah & pasar negara berkembang: tergantung arus modal dan risiko global, USD kuat = tekanan bagi rupiah.

2) Dinamika Dual Mandate Sebagai Fondasi Kebijakan FOMC

pasar selalu mencoba menafsirkan bagaimana dua pilar utama mandat FOMC : stabilitas harga dan kesehatan pasar tenaga kerja saling beradu dalam setiap rapat FOMC. Dinamika inilah yang membuat situasi menjelang 11 Desember 2025 terasa jauh lebih berlapis daripada sekadar memprediksi apakah suku bunga turun atau tidak.

The Fed and the Dual Mandate – St Louis Fed

1. Pilar Inflasi (Price Stability), memberi tekanan turun, tetapi risiko belum hilang

Nowcasting PCE dan Core PCE yang mendekati zona 2,9–3,0% per September 2025 memberikan ruang bagi FOMC untuk melonggarkan kebijakan. Namun, bagi FOMC, inflasi mendekati 3% bukan kemenangan; itu adalah wilayah rawan di mana setiap kejutan harga energi, jasa, upah, atau biaya perumahan dapat membalikkan tren disinflasi.

Dengan kata lain, pilar harga mulai condong ke arah easing, tetapi tidak cukup kuat untuk memberi FOMC keyakinan penuh.

2. Pilar Tenaga Kerja (Maximum Employment), terbukti masih hangat, masih menahan FOMC untuk “full-dovish”

Pasar tenaga kerja AS belum runtuh. Payroll tetap kuat, pertumbuhan upah masih stabil, dan tingkat partisipasi tidak menunjukkan perlambatan tajam. Powell dan komite tahu bahwa:

  • pasar tenaga kerja yang terlalu kuat bisa menyalakan kembali inflasi,
  • tetapi melemah tajam bisa memicu perlambatan ekonomi yang tidak diinginkan.

Di sinilah masalahnya: FOMC melihat ke masa depan, bukan hanya data terakhir. Strength in labor : FOMC tidak akan berkomitmen memberikan rangkaian pemotongan agresif.

3. Akar dari drama ekspektasi pasar : Benturan Dua Mandat

Dalam rapat sebelumnya, The Fed melakukan tarian seimbang antara dua mandat:

  • Data inflasi mendorong mereka untuk membuka pintu pemotongan,
  • data tenaga kerja menahan mereka untuk tidak terlihat dovish terlalu cepat.

Pasar, yang sebelumnya memprice-in pemotongan yang lebih agresif, harus menyesuaikan diri ketika FOMC menegaskan kembali orientasi data-dependent yang ketat.

Inilah drama sebenarnya: dua mandat bertabrakan, menghasilkan keputusan campuran, rate cut mungkin terjadi, tetapi retorikanya bisa tetap hawkish. Reaksi pasar bulan lalu mencerminkan kebingungan ini: obligasi rally sebentar, USD melemah tipis, tetapi cepat pulih ketika pelaku pasar menyadari Fed masih menaruh berat pada pilar tenaga kerja (ini bukan algo mengambil stop loss retail sebelum terbang).

Dual mandate ini pada dasarnya adalah motor ketegangan yang membuat keputusan 11 Desember 2025 bukan sekadar keputusan teknis, tetapi sebuah pertarungan filosofi kebijakan moneter: meredakan pelemahan ekonomi tanpa kehilangan kendali atas inflasi.

Baca juga: Skakmat Stagflasi: Mengapa Data Minggu Ini Bisa Menjebak The Fed dan Memicu Gerakan Besar Pasar Berikutnya.


3) Ekspektasi pasar di bulan sebelumnya & faktor yang membentuk ekspektasi

Data inflasi dan tenaga kerja terakhir: model nowcasting dan data terakhir menunjukkan inflasi inti tetap turun mendekati target, angka nowcasting menunjukkan PCE/Core PCE dan CPI tahunan berada di kisaran dekat 2.9–3.0% pada September 2025, memberi ruang bagi Fed untuk menurunkan suku bunga.

Market Pricing on December 2025 FOMC decision - CME Fedwatch
Market Pricing on December 2025 FOMC decision – CME Fedwatch

Apa yang dipricing pasar bulan lalu: trader memosisikan cut di December karena beberapa faktor: pelonggaran tren inflasi, tanda-tanda pendinginan pasar tenaga kerja, dan ekspektasi bahwa Fed akan mulai “mengendorkan” kebijakan akhir 2025. Namun, ketika data tenaga kerja lebih kuat dari perkiraan atau retorika pembuat kebijakan menekankan risiko inflasi, pasar menahan kenaikan ekuitas dan menguatkan USD sebagai hedging. Reuters dan laporan pasar mencatat kehati-hatian ini menjelang rapat bahwa walau cut sering diharapkan, nada tetap diperkirakan relatif hawkish.

Market Pricing on January 2026 FOMC decision - CME Fedwatch
Market Pricing on January 2026 FOMC decision – CME Fedwatch

Drama tersembunyi: ada “pertarungan” antara: (A) bukti statistik penurunan inflasi yang memberi ruang untuk easing, versus (B) kekhawatiran Fed terhadap upside inflation surprise atau pasar tenaga kerja yang masih ketat. Trader yang terlalu agresif mengandalkan pemotongan akan terjebak jika Fed mengkomunikasikan restriktif jangka menengah.


4) Prediksi & proyeksi kami

Probabilitas pasar (ringkasan): berdasarkan pricing Fed funds futures dan konsensus media, pasar memberi ~85–90% probabilitas pemotongan 25 bps pada pertemuan ini. (CME FedWatch & laporan pasar).

Rekomendasi probabilitas terperinci (penilaian kami):

  • Cut 25 bps: ~88%
  • Hold (no-change): ~10%
  • Surprise cut lebih dari 25 bps: ~2%

Arah gaya Fed yang paling mungkin diumumkan: Mild Dovish secara teknis (cut sekarang) tetapi mild-to-moderately hawkish pada guidance artinya Fed memberikan cut sambil menekankan bahwa jalan penurunan lebih lambat dan berhati-hati. Reuters dan analis pasar menyorot ekspektasi berupa cut yang “dibatasi” oleh nada hawkish.

Apa yang mungkin “disiratkan” dalam pidato/speech Powell:

  • Ketidaksamaan pandangan internal (dissent) : Fed bisa menampilkan konsensus meski ada perbedaan.
  • Perlambatan laju pemotongan di 2026 : Fed dapat memotong sekarang tetapi menyiratkan data-dependence ketat, sehingga menghindari janji lanjutan yang agresif.
  • Fokus pada risiko upside terhadap inflasi (wage growth, shelter) sebagai alasan berhati-hati.
    Intinya: keputusan teknis (cut) bisa menjadi “operasi kosmetik” jika dibarengi guidance yang memperkecil ekspektasi cut lanjutan.

5) Faktor Penggerak (drivers) argumen pro dan kontra dalam rapat Fed

Driver yang mendorong cut (pro-easing):

  • Inflasi inti turun mendekati target 2–3% (nowcasting/indikator terbaru).
  • Tekanan politik/ekonomi domestik untuk melonggarkan biaya kredit jika pertumbuhan melambat.
  • Pasar kenaikan volatilitas di segmen tertentu, menurunkan risk appetite.

Driver yang menahan cut / mendorong hawkishness:

  • Data tenaga kerja yang masih kuat; upah dan partisipasi bisa mempertahankan tekanan inflasi.
  • Kekhawatiran terhadap rebound harga energi atau barang tertentu.
  • Keinginan Fed menjaga kredibilitas anti-inflasi setelah beberapa tahun berjuang menurunkan inflasi.

Pertarungan dinamis (dramatis): bayangkan rapat sebagai arena tinju: satu sudut menampilkan angka inflasi yang melemah, mendorong agar Fed “memudarkan” tekanan kebijakan; sudut lain menunjuk pada pasar tenaga kerja yang tetap padat dan risiko upside inflasi, hasilnya kemungkinan berakhir dengan kompromi: cut kecil dan kata-kata tegas untuk menahan ekspektasi easing lebih lanjut.


6) Skenario Trading / Investasi

Catatan: probabilitas adalah penilaian sintetis berdasarkan pricing pasar dan data saat ini.

Skenario A : Cut 25 bps; Forward guidance hawkish-moderate (Probabilitas 60%)

Narasi: Fed memotong 25 bps tetapi dot-plot/komunikasi menunjukkan jalur pemotongan lebih lambat dari yang diperkirakan pasar.
Dampak:

  • Yield obligasi jangka pendek turun; yield 2Y turun modest, namun 10Y bisa naik/flat karena pandangan hawkish jangka menengah (flattening/steepness berubah tergantung disinflasi).
  • USD: awalnya melemah terhadap risk-on, tetapi rebound jika guidance hawkish (net: USD stabil-ke-kuat).
  • Indeks saham (S&P500/Nasdaq/IHSG): reaksi mix; saham teknologi sensitif suku bunga jangka menengah, saham bisa reli singkat namun berhati-hati; IHSG terpengaruh aliran modal (rupiah cenderung tertekan jika USD menguat).
  • Emas (XAU): reli jangka pendek pada cut, namun jika USD rebound karena hawkish guidance, emas bisa terkoreksi.
  • Sentimen: risk-on terbatas / hati-hati.

Skenario B : Cut 25 bps; Dovish & membuka sinyal cut lanjutan (Probabilitas 30%)

Narasi: Fed memotong dan menyiratkan jalur pemotongan lebih banyak di tahun depan.
Dampak:

  • Yield turun across-the-curve; kurva yield dapat flatten ke steeper ke bawah.
  • USD melemah cukup tajam : aset EM (termasuk IHSG) menguat.
  • Saham: risk-on kuat (S&P & Nasdaq naik).
  • Emas naik (safe haven disaat real rates turun).
  • Rupiah cenderung menguat jika arus modal meningkat.

Skenario C : No cut / Hold atau cut kecil diiringi hawkish yang sangat kuat (surprise) (Probabilitas 10%)

Narasi: Fed menahan suku bunga tetapi dengan guidance sangat hawkish yang mengagetkan pasar.
Dampak:

  • Yield jangka menengah naik (risk-off).
  • USD menguat signifikan.
  • Indeks saham turun (risk-off), IHSG terpukul; rupiah melemah.
  • Emas turun (karena yield riil naik).
  • Sentimen risk-off dan volatilitas meningkat.

7) Our Take : Fokus ada di tahun 2026

Pasar tidak lagi sekadar membeli atau menjual berdasarkan apakah The Fed memotong; pasar sekarang mengadu ketajaman pada bahasa dan trajectory kebijakan ke depan. Rapat 11 Desember 2025 berpotensi menjadi momen pivot retoris: sebuah pemotongan 25 bps dapat dirayakan oleh pasar, namun kata-kata Powell tentang data-dependence dan keterbatasan ruang bagi pemotongan di masa depan dapat segera meredam rally. Dengan kata lain: keputusan teknis bisa memicu euforia sesaat, tetapi guidance-lah yang menentukan arah 3–12 bulan ke depan.

Pesan strategis:

  1. Hedging posisi mata uang: short-term hedges untuk eksposur rupiah bila Anda punya posisi leveraged, karena USD bisa berfluktuasi tajam pada pengumuman dan konferensi pers.
  2. Duration management: kurangi durasi portofolio obligasi jika Anda sensitif pada risk-off surprise; siapkan re-entry jika skenario dovish terwujud.
  3. Volatility playbook: gunakan opsi untuk menjual volatilitas setelah pengumuman bila Fed memberikan guidance yang konsisten; gunakan opsi put untuk proteksi cepat jika Fed lebih hawkish dari ekspektasi.
  4. Event-driven equities: hindari exposed tech longs yang bergantung pada penurunan yield jangka panjang bila Fed terlihat hawkish; prioritaskan sektor sensitif pertumbuhan riil dan komoditas jika dovish scenario terwujud.
  5. Pantau five-minute tape: reaksi pasar pada 2 jam pertama setelah konferensi pers biasanya menentukan arah intraday; gunakan itu untuk scalping/positioning jangka pendek.